Setelah bapaknya meninggal, sebagai anak tertua dalam keluarganya,
dialah yang menanggung kehidupan keluarganya di Solo. Oleh karena itu,
selain sebagai mahasiswa, dia juga bekerja keras sebagai pembuat tempe
dan bakso untuk menghidupi ibu dan adik-adik perempuannya di Indonesia
serta kehidupannya sendiri di Cairo. Bahkan Azzam, rela
meninggalkankuliahnya untuk sementara dan lebih berfokus untuk mencari
rezeki. Meski terkadang ada rasa iri melihat teman-teman satu
angkatannya yang sudah terlebih dahulu lulus, bahkan ada yang hampir
menyelesaikan S2-nya tapi Azzam segera sadar kalau dia tidak sama dengan
teman-temannya yang lain. Azzam lebih dikenal sebagai tukang tempe di
kalangan mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Al Azhar.
Azzam juga sering mendapatkan undangan dari duta besar Indonesia yang
ada di Mesir untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pada acara-acara
kebesaran. Jadi, selain terkenal di kalangan mahasiswa sebagai tukang
tempe, Azzam juga terkenal di kalangan para duta besar.
Saat bekerja itulah Azzam mengenal sosok Eliana. Eliana adalah sosok
yang sempurna secara fisik. Putri duta besar, cantik, dan salah seorang
lulusan Universitas di Jerman. Akan tetapi, prinsip-prinsi keislaman
yang Azzam pegang teguh membuat Azzam mampu menepis perasaannya.
Saat bekerja juga Azzam secara tidak sengaja bertemu dengan Anna
Althafunnisa. Dialah perempuan yang memikat hatinya dan hendak ia lamar.
Namun, status sosialnya membuat Azzam ditolak. Yang lebih mencengangkan
Azzam adalah Anna justru menerima lamaran dair Furqan, sahabat Azzam
sendiri yang memiliki status sosial lebih tinggi daripada Azzam.
Pernikahan Anna dan Furqan berlangsung dan mereka hidup dengan baik.
Begitu juga pada Azzam, setelah Anna menikah, ibunya menyuruh agar Ia
segera mencari pasangan hidup, dan Azzam pun mencari pendampingnya.
Banyak wanita yang sudah dilamarnya, tapi selalu ada saja yang tidak
cocok untuk dirinya, hingga suatu saat lamaran diterima seorang wanita
dan hampir terjadi akad, harus terputus karena suatu kecelakaan yang
menyebabkan Ibunya meninggal dan Ia lumpuh untuk beberpa waktu yang
cukup lama.
Selama 6 bulan Anna dan Furqan dalam kehidupannya yang baik saja, dan
saat itu juga hubungan mereka retak, Furqan menceritakan pada Anna
bahwasanya dia sudah tidak perjaka lagi sebelum menikah dengan Anna dan
dipastika terkena HIV dan karena itu juga Ia tidak pernah menyentuh
Anna, sehingga akhirnya Ia terpaksa memberi kebebasan untuk Anna
(cerai).
Kembalilah Anna pada orang tuanya,. Azzam yang lumpuh setelah
kecelakaan itu telah sembuh seperti semula, Ia mendatangi kiai Lutfi
mohon bantuan mencarikan jodoh yang tepat sesuai permintaan Ibunya dulu.
Kiai Lutfi lalu menceritakan seorang wanita yang dicerai suaminya
karena suatu hal dan wanita itu masih perawan, yang diharapkan kiai
Lutfi sendiri agar dapat diterima Azzam. Tanpa disadari Azzam Ia
menerima tawaran Kiai Lutfi, agar menerima wanita itu menjadi istrinya,
Azzam sangat senang begitu tahu kalau wanita yang diceritakan itu adalah
orang yang pernah dicintainya yaitu Anna Althafunnisa, begitu juga
sebaliknya Anna sangat senang karena Ia juga menjadi istri dari orang
yang dulu sangat diharapkannya, atau cinta pertamanya.
Setelah sebulan pernikahan Anna dengan Azzam, tiba-tiba Furqan
kembali menghubungi Anna dan membawa rujukan, dan Ia menceritakan bahwa
Ia tidak terkena HIV.
Tapi semua sudah terjadi Anna dan Azzam sudah bahagia, dan mereka
mendoakan agar Furqan menemukan pasangan hidup yang cocok untuk nya.

Post a Comment