Hui Sing harus meninggalkan Tionkok, mengikuti gugurnya, Laksamana Cheng
Ho. Sampai di tanah Jawa, gadis belia ini terjebak dalam perseteruan
berdarah antara majapahit dan Blambangan. Cintanya jatuh kepada orang
yang salah, bahkan nyawanya terancam oleh pengkhianatan beruntun. Dalam
harapan yang hampir putus, napas nyaris mendekati ujungnya, Hui Sing
memutuskan untuk bangkit, melawan takdir.
Novel Samita berlatar belakang keruntuhan kejayaan Majapahit ini menghamparkan
perjuangan panjang seorang pendekar Muslimah dalam menemukan jati
dirinya. Terpisah ribuan mil dari tanah kelahirannya, Hui Sing berjuang
seorang diri meredam pengkhianatan, menundukkan penguasa bodoh,
sekaligus menemukan cinta sejatinya.
Tasaro adalah penulis muda yang mau berkeringat dan berdialog dengan
sejarah. Semoga Tasaro terus bersemangat menggali warisan sejarah.
-Taufiq Ismail, Sastrawan
Tasaro meramu cerita sejarah, jurus-jurus silat ala Kho Ping Ho, dan kisah cinta...lebih berfantas

Post a Comment