Tokoh utama Snow
adalah Kerim Alakuşoğlu yang lebih suka dipanggil inisialnya, Ka,
seorang penyair yang masih lajang dalam usianya yang ke-42. Ia
meninggalkan Istanbul menuju sebuah kota bernama Kars, dalam sebuah perjalanan di tengah-tengah badai salju. Ka
baru datang dari Jerman setelah 12 tahun meninggalkan Turki dan
menjadi tahanan politik, kendati ia tidak pernah benar-benar menjadi
aktivis politik. Ka adalah seorang pria yang jujur, beriktikad baik, dan
melankolis (hlm. 11). Ia bermasalah dengan kebahagiaan, menghindari
kebahagiaan karena takut akan kepedihan yang mungkin mengikuti
kebahagiaan itu.
Sebenarnya
Ka datang ke Istanbul hanya untuk menghadiri pemakaman ibunya. Tapi
setelah 4 hari di kota itu, ia memutuskan mengadakan perjalanan ke
Kars, kota yang ia pernah kunjungi 20 tahun berselang. Ia datang ke
Kars dengan tujuan meliput pemilihan walikota yang akan segera
berlangsung setelah walikota Kars tewas dibunuh. Selain itu ia
bermaksud menguak misteri epidemi bunuh diri yang melanda sejumlah
gadis di Kars, salah satunya, gadis dari kelompok 'gadis-gadis
berjilbab'.
Seorang
teman sekelas Ka dahulu di Istanbul, si cantik Ipek Yildiz, ternyata
telah menetap di Kars bersama Turgut, ayahnya yang ateis, dan Kadife
-adiknya, mantan model yang telah menjadi pemimpin 'gadis-gadis
berjilbab'. Mereka mengelola Hotel Istana Salju. Ipek telah bercerai
dari suaminya, Muhtar, yang berambisi menjadi walikota Kars. (Saya
tidak setuju dengan sinopsis sampul belakang novel yang menyebutkan
bahwa Ka berhasrat untuk menemukan cinta masa lalunya karena dalam
novel tidak digambarkan jika Ka pernah jatuh cinta atau menjalin cinta
dengan Ipek sebelumnya). Di Kars, Ka menghuni Hotel Istana Salju
sambil melakukan investigasi. Seiring dengan investigasinya, badai
salju menutup jalan keluar dari Kars dan membuat kota ini terisolasi.
Kedatangan Kar dalam posisi sebagai jurnalis koran Republican
membuat berbagai kalangan penasaran dan ingin tahu motivasi Ka yang
sebenarnya. Hal ini membuat hidupnya mau tidak mau berpapasan dengan
berbagai karakter seperti pengelola koran lokal Kars (Serdar), anggota
kepolisian, prajurit pembela negara sekuler Turki, agen MIT, syekh
karismatik bernama Saadettin Cevher, seorang lelaki cacat yang
menganggap dirinya sebagai agen Islam tetapi bermental Casanova,
murid-murid madrasah aliah yang tengah bergelut dengan cinta dan
cita-cita serta seorang seniman teater yang mencoba bangkit dari
kegagalan karier masa lalunya. Kars yang terisolasi dalam selimut
salju, ternyata bukan tempat yang damai dan bebas teroris seperti yang
diungkapkan oleh Kasim Bey, asisten kepala polisi Kars.
Diawali
dengan peristiwa pembunuhan direktur Institut Pendidikan Kars
-Profesor Nuri Yilmaz- oleh seorang ekstremis Muslim yang disaksikan Ka
dan Ipek di sebuah toko kue, investigasi Ka berubah menjadi
usaha untuk menyelamatkan diri sendiri. Ia mesti melalui rangkaian
peristiwa yang akhirnya meledak dalam sebuah kudeta berdarah pada
sebuah
pementasan teater dan berakhir dengan terbunuhnya seorang seniman
teater
yang ambisius.

Post a Comment