Mematik Hasrat Bertaubat lewat Kisah dan Petuah
BUAT APA mengejar harta dan kekuasaan bila akhirnya kita
tinggalkan?
Kenapa harus memberi perhatian berlebihan jika para insan
tersayang tak bakal menemanimu di liang kesendirian? Sampai kapan
engkau tak punya hubungan mesra dengan Allah? Sampai kapan engkau
terlena oleh kelapangan dan lalai akan serangan ajal?
Buku ini
mengingatkan kita betapa sementara hidup di dunia. Padahal,
kesementaraan ini menentukan muara perjalanan kita: rida Allah atau
murka-Nya. Ditulis oleh ulama klasik ternama, buku ini menyapa setiap
hamba
yang berniat meninggalkan maksiat dan dosa. Ia mengajak siapa saja yang
merasa punya catatan amal penuh noda untuk membersihkannya dengan air
mata. Banyak ayat, hadis, dan syair disajikan guna memantik hasrat
bertobat kita. Banyak
pula kisah tentang para sahabat Nabi dan para wali. Kisah-kisah itu
menuturkan beragam pengalaman, kesadaran, dan kearifan yang bisa kita
teladani atau pelajari dalam menjadi petobat.
Bertobat adalah jalan tercepat mendekati Allah. Dan,
uniknya, pertobatan yang hendak ditularkan Ibn al-Jawzî kepada Anda
bukan semata pertobatan setelah berbuat maksiat atau menumpuk-numpuk
dosa. Sebentuk pembiasaan diri meraih ampunan dengan melakukan pelbagai
kebajikan di tengah
keheningan malam, bahkan dalam gelimang peluang hidup serba
berkecukupan, tampak sedang beliau tawarkan.

Post a Comment