Salah satu keinginan terbesar bagi para orang tua adalah melihat
anak-anaknya bisa segera membaca bahkan gemar membaca. Bisa membaca dan
gemar membaca jelas berbeda. Dibutuhkan suatu usaha bagi para orang tua
agar kebiasaan membaca menjadi hal yang mengasyikan bagi anak sehingga
menumbuhkan rasa gemar dan cinta anak pada buku hingga dewasa nanti.
Seperti
judul pada buku ini "Agar Anak Anda Tertular Virus Membaca", Paul
Jennings secara praktis mengajak para orang tua untuk menularkan ‘virus’
membaca dan bagaimana sejak dini anak-anak dapat asyik, bergairah dan
cinta terhadap buku. Pilihan kata ‘virus’ sebagai terjemahan ‘bug’ dalam
judul terjemahan buku ini sangatlah tepat. Hernowo dalam kata
pengantarnya menjelaskan, semestinya judul buku ini – mengikuti judul
buku aslinya, The Reading Bug and How You Can Help Your Child to Catch
It – menggunakan frasa "kutu buku", namun frasa ini bagi masyarakat
Indonesia sering ditafsirkan sebagai sesuatu yang dingin, berkacamata
tebal dan tidak gaul. Karena itu pilihan mengganti frasa kutu buku
menjadi virus sangatlah tepat dan menarik perhatian orang tua atau para
pendidik untuk membangkitkan semangat menularkan virus membaca pada
anak-anaknya.
Jennings membedakan antara bisa membaca dan gemar
membaca, ia menekankan keteladanan orang tua adalah hal yang penting
dalam membuat anak gemar membaca.. Orang tua sebenarnya telah memiliki
bahan utama untuk mulai menularkan ‘virus’ membaca. Orang tua mencintai
anak-anaknya, dan anak-anak senang dicintai. Inilah intinya. Cinta
adalah fondasi utamanya. Jika kita ingin anak-anak gemar membaca, kita
harus menanamkan kecintaan terhadap buku. Guru di sekolah memang bisa
mengajarkan anak membaca, namun orang tua tetaplah orang yang paling
tepat untuk menumbuhkan minat membaca anak. Orang tua dapat menumbuhkan
keasyikan membaca setiap harinya. Membacakan atau membaca bersama anak
adalah ungkapan cinta.

Post a Comment