"Kita adalah teka-teki yang tak teterka siapapun”
Di sebuah kepulauan Fiji, tepatnya pulau Taveuni beberapa turis tanpa
sengaja bertemu. Mereka ada di sana dalam rangka menyaksikan pergantian
milenium. Ada John Spooke, seorang penulis Inggris yang masih berduka
akan kematian istrinya. Frank Andersen, seorang ahli biologi evolusioner
dari Norwegia, yang telah kehilangan seorang anak dalam sebuah
kecelakaan tragis dan berpisah dari istrinya, Vera serta Ana dan Jose,
pasangan penuh teka-teki dari spanyol.
Frank adalah narator dari kisah ini. Ia menuliskan surat untuk Vera,
istrinya. Cerita bermula ketika Frank melakukan ekspedisi di sebuah
pulau Fiji untuk tugas menyelidiki bagaimana spesies-spesies tanaman dan
hewan yang didatangkan dari luar daerah telah memengaruhi keseimbangan
ekologi. Pulau Taveuni merupakan rangkaian tahap akhir dari ekspedisi
panjang Frank di Pasifik. Sebelum kembali ke negaranya, Frank memutuskan
untuk berlibur beberapa hari di Taveuni sekaligus merayakan datangnya
abad milenium di pulau yang disebut menjadi tempat berpenduduk pertama
di dunia yang akan melihat milenium ketiga.
Di sebuah resor ini lah Frank bertemu dan berkenalan dengan beberapa
turis lainnya. Mereka adalah: Laura, Bill, John, Jose dan Ana-pasangan
penuh teka-teki dari spanyol. Beberapa kali kesempatan, disengaja maupun
tidak, Frank, Jose dan Ana seringkali bertemu. Kesenangan Jose dan Ana
mengutip kalimat-kalimat ganjil tentang alam semesta dan joker menarik
perhatian Frank. Rasanya sejak pertama kali John melihat Ana, ia
meyakini bahwa dirinya pernah melihat wajah Ana, entah di mana. Ada
sesuatu yang begitu misterius pada diri perempuan itu. Dan pada saat
yang sama, Frank pun memiliki perasaan yang tidak menyenangkan bahwa
pada suatu waktu telah terjadi sesuatu pada Ana.
Rasa ingin tahu Frank yang tinggi terhadap pesan-pesan Jose dan Ana
memenuhi sebagian besar isi surat Frank kepada Vera. Belum lagi
percakapan imajiner Frank dengan seekor tokek di kamar hotelnya.
Siapakah Ana? Siapakah joker? Dan apa hubungan Ana dengan Maya, si model
lukisan Maja dari karya Goya yang terkenal itu?
Jostein memberikan renungan kepada kita bahwa keberadaan alam semesta dan seluruh isinya memiliki makna, pun hidup kita sendiri.
“Kita adalah bagian dari sesuatu yang sangat besar.” (halaman 366)

Post a Comment