Biografi Nabi Muhammad ini ditulis Karen pertama kali sebagai respons
terhadap fatwa Ayatullah Khomeini terhadap Salman Rushdie. Hingga saat
itu, kebanyakan literatur barat menggambarkan Muhammad entah sebagai
orang suci yang sempurna atau sebagai penipu ulung. Armstrong berdiri di
tengahnya : Muhammad ditampilkannya sebagai seorang luar biasa
berbakat, pemberani, dan kompleks. Diperlihatkannya pula betapa karakter
dan ide-ide Nabi demikian kuat untuk mengubah sejarah secara drastis
dan menarik jutaan pengikut.
Dengan mahir Karen menjalinkan di dalam narasinya jejak-jejak awal
sejarah panjang permusuhan Barat terhadap Islam. hanya saja ada beberapa
kekurangan dari tulisan karen ini, sebagaimana di ungkapkan oleh
jalaludin rahmat dalam pengantar buku Muhammad prophet for our time ini
JALALUDDIN RAKHMAT (Kang Jalal) memberi kata pengantar amat menyengat
di buku Muhammad: Prophet For Our Time karya Karen Armstrong (Mizan,
2007), judulnya: ‘Karen Armstrong, Simpatik tapi Tidak Kritis.’ Kata
pengantar tersebut merupakan ‘hadiah’ sangat berarti untuk menemani
pembaca selama menikmati buku biografi Nabi Muhammad dari sudut pandang
seorang komentator agama. Bagi sebagian Muslim pun, pendapat Kang Jalal
tentang sirah nabawiyah itu boleh jadi tetap bakal mengguncang,
apalagi bagi Muslim yang kurang terbiasa dengan khazanah non-Sunni.
Muhammad: Prophet For Our Time sendiri disiapkan nyaris sempurna, mulai
dari penerjemahan dan editing, didesain amat cantik, hingga menambah
bobot buku lebih dari sekadar benda cetak atau sumber pengetahuan. Karen
Armstrong menulis dengan sangat luwes, lincah, jernih, dan menyajikan
wacana seperti bila kita meluncur di permukaan licin, tanpa kesukaran
pemahaman sama sekali.
Saya sudah menamatkan beberapa buku Karen Armstrong, membaca-baca
berbagai file profil dia, wawancara, artikel mengenai dirinya, pikiran
dia dari berbagai sumber, termasuk menulis profil dia di Matabaca, tapi
tak terlintas sedikit pun kesimpulan bahwa dia tidak kritis. Bahwa
Armstrong simpatik tentu semua pembaca buku-buku dia sepakat. Tapi
disebut tidak kritis? Baru Kang Jalal
berani berpendapat demikian. Walhasil, kata pengantar dia sangat berguna
mengimbangii isi buku. Sebuah kata pengantar yang sangat tajam dan
menunjukkan betapa keyakinan (iman) lain dengan penelusuran sejarah atau
interpretasi terhadap teks dan riset dari berbagai sumber rujukan.
Berkat pengabdian Armstrong dalam membangun jembatan memajukan pemahaman
antaragama pada 1998 Islamic Center California Selatan menganugerahi
dia penghargaan. Pada 1999 dia menerima anugerah dari Muslim Public
Affairs Council Media.

Post a Comment