Belajar Hidup Berkah dari Kekasih Allah
Perjumpaan dengan Yang Mahalembut, Yang Mahakuasa, dan Yang
Mahakasih acap kali memahatkan jejak yang teramat indah dan mulia pada
hati setiap hamba. Kerap kali mereka tak bisa mengungkapkan pengalaman
batin mereka dengan kata-kata. Apa yang terucap tak selamanya
menggambarkan yang teralami. Syair, hikayat, dan munajat sering mereka
jadikan sarana untuk mengungkapkan apa yang dirasa. Karena itulah
keindahan dan kehalusan senantiasa mewarnai karya-karya para wali.
Keindahan dan keluwesan itulah yang kita rasakan ketika membaca
karya-karya Ibn Athaillah, termasuk Lathaiif al-Minan yang ada di tangan
pembaca. Rahasia yang mahaindah dan misteri yang mahacantik tak bisa
diungkapkan kata-kata. Namun, dengan tulus hati, Ibn Athaillah memberi
kita kunci untuk membuka pintu-pintu khazanah yang selama ini hanya
misteri. Dengan gaya tutur yang menawan, ia mengajak kita menapaki Jalan
Ilahi. Ia menuntun kita menghindari jurang dan palung kesesatan.
Kedalaman makna Alquran dan hadis yang mulia disajikan dengan cara yang
paling memesona. Jika Muhammad Abduh bilang bahwa al-Hikam "nyaris
seperti Alquran", Abdul Halim Mahmud menyebut Lathaiif al-Minan adalah
mutiara yang terpendam di kedalaman samudra.
Buku ini penuh berkah, karena menceritakan dua sosok agung yang telah
mencapai puncak ketinggian ruhani: Abu al-Hasan al-Syadzili r.a. dan Abu
al-Abbas al-Mursi r.a. Buku ini pun teramat berharga karena setiap
pembaca akan mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat. Ibnu Athaillah tak
melewatkan penjelasan tentang berbagai persoalan yang selama ini pelik
dan sulit dipahamiserta hal-hal istimewa lainnya.

Post a Comment